Selasa, 12 Januari 2010

Gita cinta .....

Apa yg harus ku lakukan
Jika saat kupejam mataku
Hanya kau yg kufikirkan
Ku coba tuk melupakanmu
Namun kau slalu di hati
Tuhan tolonglah, ku tak sanggup mengakhiri semua, gita cintaku..

Senin, 02 Maret 2009

Ketika Tuhan Berkata TIDAK


Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.
Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.
" Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.
" Ya Tuhan beri aku kesabaran.
Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikankau harus meraihnya sendiri.
" Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.
Tuhan berkata, "Tidak.
Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri.
" Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.
Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku.
" Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.
" Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Tuhan berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"

Sayangku Alquran



Bila Al-Qur'an bisa berbicara...
Waktu engkau masih kanak-kanak,kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' kau sentuh aku dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....
Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...
Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia, musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.
Apakah Koran, TV, radio , komputer, dpat memberimu pertolongan ?
Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedat

Minggu, 22 Februari 2009

Memilih diantara pilihan


memilih diantara pilihan…..
hidup ini adalah pilihan
dan aku memilih meneruskannya...
apapun yang terjadi nantinya

seperti sekarang
menjauh dari segala impian
memilih lain hal
yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya

aku kini seperti angin
tak pernah jelas arah tujuannya
ketika cinta datang menghampiri
aku malah menjauh lari

aku juga seperti air
hanya mengalir dari ketinggian dan berhenti di tempat datar
ketika cinta datang
aku malah tak bisa mengungkapkannya

tapi aku mulai sadari
impian itu hanyalah angan
dan ketika angan itu harus pergi
aku harus ikhlas merelakannya

aku mulai belajar menjadi daun di pohon
yang rela kering dan jatuh ke tanah
demi tunas bunga yang akan segera tumbuh

namun bukan berarti aku melupakan cinta
yah... penuh harapan
dan akhirnya cinta harus berakhir dengan penuh harapan

Sahabat Kecil ....


Begitu banyak waktu terlewati, masih teringat banyak kenangan indah di benak kepalaku, dan aku terus berharap aku tidak akan pernah bisa melupakannya, sampai akhir nafas kan mengambilku.
Kau jauh melangkah, melewati batas waktu, dan terus menjauh dariku, tapi bayangmu terus mendekatiku, masuk kedalam mimpi dan pikiranku, pernahkah terpikirkan, akankah kita berjumpa kembali?
Sahabat kecilku, masihkah kau ingat aku, masihkah kau merasakan harum rumput hijau tempat kita bermain, layang-layang yang terbang indah di sore hari, sepeda kecil yang kita naiki bersama kemanapun kita pergi. Masih juga kah kau ingat saat kau tuturkan, segala cita-cita dan tujuan mulia hidupmu.
Tak ada satupun masa, seindah saat kita bersama, bermain-main hingga lupa waktu. Mungkinkah kita kan mengulangnya kembali. Namun sekarang, tiada lagi tawamu yang selalu menemani segala sedihku, tiada lagi candamuy yang selalu menghibur di saat ku lara
Bila malam tiba, Ku selalu mohonkan Tuhan, untuk menjaga jiwamu hingga akan ada suatu masa, masa dimana kita akan bertemu lagi....

Selasa, 15 Januari 2008

keretaku


Perjalanan yang melelahkan tentunya, menaiki kereta yang ramah hati, karena sepertinya kereta ini berisi penumpang yang tentunya ramah hati pula; kereta yang sopan, yah karena ia selalu berhenti jika kereta lain yang lebih tinggi derajatnya untuk berjalan lebih dulu; kereta yang alami, karena jangankan AC, kipas angin juga tidak ada, sehingga terciumlah aroma keringat yang bermacam-macam baunya; kereta yang ramai, tentunya karena selain penumpang, ada juga para pedagang yang menjajakan barang dagangannya; kereta yang sabar, jelas ia sabar karena meski ia berhenti di setiap stasiun-stasiun tertentu, tetapi ia melakukan yang sangat jauh, dari barat Pulau Jawa hingga bagian timur Pulau Jawa ini ..... Wow, kereta inilah yang aku naiki bersama teman-teman Proyek ekologi untuk sampai di Surabaya, yang nantinya kita akan menuju Taman Nasional Alas Purwo. Yah melelahkan tentunya. Tapi ada yang lebih dari sekedar kelelahan, tapi kesenangan yang di dapatkan selama perjalanan.

Main kartu, tebak-tebakkan garing, foto-foto, gangguin orang tidur, nge-gossip, makan snack teman, sampai-sampai ada yang main monopoli, sayang kalau saja ada yang bermain bermain catur; aku pasti ikut bermain, Nampaknya ini seperti kembali ke masa lalu, melupakan semua pelajaran dan bermain sepuasnya, itu yang kami lakukan di kereta.... Senyum dan tawa terlihat setiap sudut kereta, meskipun aku tahu ada beberapa teman yang berpura-pura dalam senyumnya, yang tentunya aku juga tahu permasalahannya, yaitu ia bermasalah pada bokongnya yang sakit mulai siang tadi karena perjalanan yang panjang dan ia duduk di kursi kereta yang keras, dan karena aku juga mengalaminya.

Perjalanan yang indah, dan sulit untuk dilupakan, paling tidak untuk minggu-minggu ini. Banyak pelajaran yang bisa aku ambil dari perjalanan ini, aku merasakan kesabaran yang di uji, aku mengalami kesenangan di dalam kelelahan, aku melihat senyum di balik kesakitan, dan aku juga melihat orang lain berbagi dengan sesamanya. Aku tidak yakin jika aku dan teman2 berangkat menggunakan kereta eksekutif, aku akan merasakan hal ini. Hal kecil yang ini yang ternyata baru aku sadari selama perjalanan itu. Sungguh baik pelajaran kali ini, dan aku rasa aku tidak gila....

For my mother


Engkau memberikan ku arti kehidupan, kau memberikan hatimu untukku, memberikan bahumu ketika aku ingin menangis, memberikan asa padaku; ketika semua asa dalam diriku pergi; ketika begitu banyak mimpi terbang begitu saja, engkau tetap yakin bahwa aku dapat bertahan. Dan aku, tidak pernah berbuat cukup untukmu, tidak pernah cukup untuk berterima kasih, belum dapat membuat engkau terjaga. Cintaku padamu akan selalu hidup dalam hati ku, sampai keabadian itu runtuh. Aku melihat senyummu di setiap mimpi dan langkahku, tetapi aku, siapa aku? Ibu terima kasihku untukkmu.

Kau berikan aku kata-kata terindahmu, kau berikan aku nasihatmu, kau memberikanku sesuatu apapapun, di setiap hela nafas dalam hidup mu, tetapi aku, tidak pernah berbuat cukup untukmu, tidak pernah cukup untuk berterima kasih, belum membuat engkau terjaga. Cintaku pada mu akan selalu hidup dalam hati ini, sampai keabadian itu runtuh. Aku melihat senyummu di setiap mimpi dan langkahku, tetapi aku, siapa aku? Ibu terima kasih banyak dariku untukkmu.